Membangun Budaya Perlindungan dalam Karya Sosial
Dalam semangat menghadirkan karya pelayanan yang aman, bermartabat, dan penuh kasih, Kongregasi Puteri Kasih bersama Yayasan Santa Louisa menyelenggarakan Pelatihan dan Sosialisasi Safeguarding dengan tema “Membangun Budaya Perlindungan dalam Karya Sosial.” Kegiatan ini diikuti oleh para peserta dari berbagai unit karya komunitas dan unit sosial Yayasan Santa Louisa.
Pelatihan dilaksanakan dalam dua gelombang, yaitu pada 25–27 Juni 2026 dan 2–4 Juli 2026, bertempat di Wisma Hening Santa Catharina Pohsarang, Kediri. Hadir sebagai narasumber, Ibu Katarina Susi Indreswari, M. Hum dari Caritas Indonesia, yang memiliki pengalaman luas dalam bidang perlindungan anak dan kelompok rentan.
Safeguarding merupakan tanggung jawab bersama untuk memastikan bahwa setiap anak, kaum muda, dan kelompok rentan terlindungi dari segala bentuk kekerasan, penyalahgunaan, eksploitasi, penelantaran, maupun perlakuan yang merendahkan martabat manusia. Safeguarding tidak berhenti pada penyusunan kebijakan, tetapi diwujudkan melalui budaya hidup yang menghormati, melindungi, dan menjaga setiap pribadi yang dipercayakan kepada pelayanan kita.
Melalui pelatihan ini, para peserta diajak untuk memahami prinsip-prinsip safeguarding, mengenali berbagai bentuk risiko yang dapat terjadi dalam pelayanan, serta membangun sikap tanggap dan bertanggung jawab dalam menciptakan lingkungan yang aman. Berbagai materi, studi kasus, diskusi, dan refleksi membantu peserta melihat bahwa perlindungan bukan sekadar kewajiban administratif, melainkan panggilan moral yang lahir dari penghormatan terhadap martabat manusia.
Kegiatan ini juga menjadi kesempatan bagi seluruh peserta untuk merefleksikan kembali cara hadir dan melayani. Dalam setiap karya sosial, kita tidak hanya dipanggil untuk membantu mereka yang membutuhkan, tetapi juga memastikan bahwa kehadiran kita membawa rasa aman, kepercayaan, dan harapan. Budaya perlindungan dibangun melalui kepedulian terhadap sesama, keberanian untuk mencegah dan melaporkan tindakan yang membahayakan, serta komitmen untuk selalu menempatkan kesejahteraan orang yang dilayani sebagai prioritas utama.
Sebagai keluarga besar Kongregasi Puteri Kasih dan Yayasan Santa Louisa, kita meyakini bahwa pelayanan yang berakar pada kasih harus selalu berjalan seiring dengan perlindungan terhadap martabat manusia. Semangat Santo Vinsensius de Paul dan Santa Louisa de Marillac mengingatkan bahwa setiap pribadi, terutama mereka yang kecil, lemah, dan rentan, adalah wajah Kristus yang harus diterima, dihormati, dan dilayani dengan penuh kasih.
Melalui pelatihan ini, diharapkan tumbuh komitmen bersama untuk terus membangun budaya perlindungan yang hidup dalam setiap karya dan pelayanan. Dengan demikian, lembaga-lembaga yang dipercayakan kepada Kongregasi Puteri Kasih dan Yayasan Santa Louisa sungguh menjadi tempat yang aman, ramah, dan bermartabat bagi semua, terutama anak-anak dan kelompok rentan yang dilayani.
Penulis: Sr. Virgi PK
